tinggalah, ingatan.
serupa nyala sekam
yang tak lantas mati
terkubur
padam
percikannya–merah baranya
membawa kemarahan
juga harapan
tentang apa saja
yang kita tinggalkan
dan apa yang tampak
lapuk
dan lampau
di jiwanya.
*puisi ini telah terbit dalam Zine Peringatan Hari Purbakala oleh Nuturang (2025)